Langsung ke konten utama

Situs resmi Pemprov Sulawesi Tenggara diretas hacker yang mengatasnamakan Bjorka

  Jamberita - Situs resmi Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) diretas hacker yang mengatasnamakan Bjorka. Aksi peretasan tersebut disertai dengan sejumlah sindiran, termasuk kepada Ketua DPR Puan Maharani yang dulu menangis saat harga BBM naik. Hacker Bjorka awalnya menyinggung sejumlah kasus yang baru saja terjadi di Indonesia. Kasus tersebut salah satunya adalah pembunuhan berencana oleh mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terhadap ajudannya Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J. "Seperti kasus Ferdy Sambo, KM 50, 23 koruptor yang bebas secara gampang dan ditambah lagi dengan Kenaikan BBM yang merugikan rakyat kecil," ujar Bjorka. Bjorka kemudian lanjut menyinggung soal kenaikan harga BBM yang disebut merugikan rakyat kecil. Dia menyebut nama Puan Maharani dan membandingkan sikapnya dulu dengan sekarang. "Dulu ibu Puan Maharani menangis Karena Kenaikan harga BMM, sekarang dia bahagia di dalam ruangan tanpa melihat mahasiswa yang kepanasan di luar untuk menyerukan a...

Ternyata Ini Isi Paket yang Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo

 


Jamberita - Paket yang dikirim dari SJ (53) Warga Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ternyata dilakukan di tahun 2021 lalu. Paket yang dipesan warga Klaten Jawa Tengah itu berisi 50 batang sumbu kembang api.

Dari hasil pemeriksaan terhadap SJ, Kasat Reskrim Polres Indramayu, Akp Fitran Romajimah menjelaskan bahwa saksi SJ mengaku telah mengirim paket pada tanggal 20 April 2021 lalu. SJ dengan menggunakan jasa ekspedisi mengirim paket kepada AR warga Klaten, Jawa Tengah.

Ads by hiklan.com


Selama dimintai keterangan, SJ mengaku paket tersebut berisi sumbu kembang api berukuran panjang sekitar 1 meter. Dengan total sebanyak 50 batang.


"Isi kotak bungkus tersebut adalah sumbu kembang api, panjang 1 meter dengan isi 50 batang. Dijual dengan harga sekitar Rp. 100.000," ujar Kasat Reskrim Polres Indramayu, Akp Fitran Romajimah, Senin (26/9/2022).


Diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di asrama polisi Sukoharjo. Seorang polisi terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Ledakan di asrama polisi Sukoharjo atau Asrama Brimob Grogol Indah Sukoharjo itu bersumber dari paket kardus.


Paket berisi bahan petasan yang meledak di kawasan asrama Brimob Grogol Sukoharjo Minggu (25/9) petang disebut berasal dari Indramayu. Paket itu disebut merupakan hasil sitaan polisi setahun lalu. Namun hingga kini, belum ada penjelasan mengapa barang sitaan itu bisa berada di Aspol Sukoharjo

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya masih menelusuri penyebab paket sitaan itu bisa berada di Aspol Sukoharjo.


"Itu masih kita dalami, tapi anggota yang lain sudah kita periksa. Bahwa itu benar barang bukti tahun 2021, sebelum lebaran diregister Polresta juga benar ada pengamanan," ujar Luthfi.

Sumber: Detikcom

Editor: Snowy Ramadhani 

Komentar